Gus Yahya Buka Deklarasi “Pesantrenku Aman” di Margaasih, PBNU Perketat Standar Pengasuhan

MARGAASIH, KABUPATEN BANDUNG — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) menggelar roadshow ke-25 Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jumat (21/8/2026).
Acara yang dipadukan dengan Deklarasi Gerakan Nasional ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Pengasuh Ponpes Darul Ma’arif KH. Sofyan Yahya, jajaran Satuan Anti Kekerasan di Pesantren (SAKA Pesantren), serta para pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan halaqah pengasuh pesantren, bimbingan teknis digdaya, pelantikan musyrif-musyrifah, hingga penandatanganan kerja sama (MoU).
Gus Yahya menjelaskan bahwa roadshow yang telah berjalan sejak awal Juni 2026 ini merupakan manifestasi agenda besar PBNU dalam mentransformasi pesantren agar lebih adaptif dan kontekstual. PBNU meluncurkan pedoman resmi terkait standar tata ruang, kurikulum, hingga metode pengasuhan yang aman bagi para santri.
”Hasil kajian menunjukkan kasus kekerasan atau pelecehan di lingkungan pesantren sering kali dipicu oleh belum terpenuhinya standar tata ruang infrastruktur serta metode pengasuhan yang minim pengawasan. Oleh karena itu, standarisasi ini dirumuskan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” tegas Gus Yahya.
Sebagai langkah konkret perbaikan infrastruktur, PBNU menjalin kemitraan dengan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo). Melalui kerja sama ini, Inkindo menerjunkan tenaga ahli untuk membantu merancang dan merenovasi bangunan pesantren agar memenuhi standar keamanan teknis, sekaligus menyediakan wadah kerja praktik bagi para santri.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Ponpes Darul Ma’arif KH. Sofyan Yahya menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan serta mendukung penuh terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif.
Di akhir penyampaiannya, Gus Yahya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung tumbuh kembang santri, sembari memohon doa restu atas persiapan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Atepku)