BPBD Gelar Simulasi Potensi Gempa Bumi
Tingkatkan Kesiapsiagaan: BPBD Gelar Sosialisasi dan Simulasi Potensi Gempa Bumi di Pangalengan
SOREANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengoptimalkan pelaksanaan sosialisasi dan simulasi potensi bencana gempa bumi kepada masyarakat di Kecamatan Pangalengan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Gamber Irmawan Premono mengatakan, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi potensi bencana gempa bumi itu setelah sebelumnya melihat data sejak tanggal 11-17 September 2026 lalu di Kecamatan Pangalengan, BMKG menginformasikan telah terjadi gempa bumi sebanyak 130 kali lebih dengan kekuatan 2,2 sampai 3,5 skala richter (SR).
“Nah di situ BMKG melakukan pendampingan bersama BPBD, Pemerintah Kecamatan Pangalengan, dan PT. Star Energy untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan potensi gempa bumi,” ujar Gamber di Soreang, Kamis (1/10/2026).
Edukasi kepada masyarakat itu, Gamber menyebutkan, apabila terjadi gempa bumi susulan yang lebih besar, sehingga masyarakat sudah teredukasi dan bisa menyelamatkan.
“Minimal keluarganya masing-masing mempersiapkan diri apa yang harus disiapkan. Kita edukasi masyarakat. Nah dari situ, kita melakukan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat. Apabila terjadi gempa bumi apa yang harus dipersiapkan dulu, seperti tas siaga berisi pakaian, obat-obatan. Apabila terjadi gempa bumi masyarakat sudah siap, tinggal membawa tas siaga dengan surat-surat berharga lainnya,” tuturnya.
Kepala Pelaksana BPBD juga berharap kepada masyarakat tenang dan tidak panik, apabila terjadi gempa bumi seperti yang terjadi pada kemarin-kemarin itu.
“Di Pangalengan itu, gempa kecil-kecil sering, sampai terjadi 130 kali lebih. Yang terasa sampai ke Bandung itu 14 kali,” ujarnya.
Melalui imbauan, kata dia, BPBD melakukan pendampingan kepada masyarakat, supaya tenang dan siap dalam menghadapi bencana gempa bumi tersebut.
“Kita juga menghimbau lebih baik melakukan sosialisasi, tapi bencana gempanya tidak ada atau tidak terjadi. Dari pada masyarakat atau kita tidak siap ternyata ada gempa bumi yang lebih besar,” ungkapnya. (Atepku)