Asa Ngimpi, Sajarah Jalan Sukatingal Dicor! Warga: Hatur Nuhun Pak Bupati
Jalan Sukatingal Dicor! Warga: Hatur Nuhun Pak Bupati
KERTASARI – “Asa ngimpi, sajarah jalan Sukatingal dicor” (seperti mimpi, sejarah Jalan Sukatingal dicor, red). Kalimat ini diucapkan seorang ibu di kawasan Perkebunan Talun Santosa Desa Santosa Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, sebagaimana dikutip dari Instagram Kecamatan Kertasari, Minggu (4/10/2026) malam.
Rupanya Jalan Sukatingal baru pertama kali dicor pada masa kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Sebelumnya, jalan tersebut dalam kondisi tanah dan sebagian sudah ada pengerasan bebatuan sebagai akses masyarakat di kawasan tersebut.
Kawasan Kampung Sukatingal yang dihuni 156 kepala keluarga (KK) dan 488 jiwa itu dari Kantor Desa Santosa sejauh 5,4 km dan dari Kantor Kecamatan Kertasari sejauh 16 km. Terdiri dari 1 RW dan 4 RT di kawasan perkampungan yang berbatasan dengan Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut tersebut.
Melihat infrastruktur jalan dicor di dua titik dengan panjang 141 meter dan 144 meter itu, membuat sejumlah warga merasa senang. Kendaraan roda empat maupun roda dua dengan nyaman melintas. Begitu juga saat warga jalan kaki sambil memikul kayu bakar, terlihat merasakan dampak peningkatan pembangunan jalan tersebut.
Mulai dari tokoh masyarakat, ibu rumah tangga dan anak-anak yang ada di Kampung Sukatingal rame-rame mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Kepala Desa Santosa. Baik Bupati maupun Kepala Desa sudah memberikan perhatian khusus dalam peningkatan pembangunan jalan, sehingga mendapatkan respons yang baik dari masyarakat.
“Hatur nuhun Pak Bupati Bandung. Hatur nuhun Pak Kades,” kata sejumlah warga setempat.
Adanya peningkatan pembangunan infrastruktur jalan itu atas kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan. “Dimana bumi dipijak. Disitu seharusnya pajak berdampak”.
Camat Kertasari Sandi Apriatna mengungkapkan bahwa pembangunan jalan dengan cara dicor itu adalah momen bersejarah bagi warga Kampung Sukatingal, Desa Santosa, Kecamatan Kertasari.
“Setiap meter jalan cor pertama dalam sejarah, kini resmi dirasakan dan dihadirkan untuk memudahkan setiap tetes keringat warga yang berjuang demi keluarga, menghubungkan mimpi, melancarkan usaha, dan mempererat silaturahmi antar warga,” tutur Sandi Apriatna.
Menurutnya, mudah-mudahan setiap langkah serta kebijakan senantiasa diberi keteguhan hati (istiqomah) dalam menghasilkan pembangunan yang bernilai ibadah, membawa keberkahan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.
“Terima kasih atas kebersamaan dan kesabaran warga Sukatingal! Semoga jalan baru ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi kita semua,” ujarnya. (Atepku)