Lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren, Kang Cucun: Pesantren Institusi Strategis
Lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren, Kang Cucun: Pesantren Institusi Strategis Pendidikan Bangsa dan Siap Naik Kelas
BANDUNG – Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan bahwa saat ini sudah lahir Direktorat Jenderal Pesantren yang dikukuhkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dikatakan Kang Cucun saat menyampaikan sambutan pada acara Sepekan Tahlil, Istighatsah dan Tabligh Akbar memperingati Haul ke 22 Almarhum Almaghfurlah KH. Ali Imron bin Mama KH. Muhammad Faqih Muassis Pondok Pesantren Al Istiqomah Tahun 2026 di Komplek Pondok Pesantren Al Istiqomah, Maruyung Kidul Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jumat (9/10/2026) malam.
“Kita diakui oleh negara, sejak berpuluh-puluh tahun merdeka. Kehadiran institusi pesantren dipandang sebelah mata. Tidak ada kehadiran negara untuk pesantren. Kita yakin, insya Allah pesantren akan lebih maju,” katanya.
Menurutnya, ini bukan sekedar perubahan struktur birokrasi dengan lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren. Melainkan bukti bahwa pesantren semakin ditempatkan sebagai institusi strategis untuk pendidikan dan pembangunan bangsa.
“Karena itu penguatan posisi pesantren harus dimaknai buka alasan untuk berpuas diri kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren ini. Melainkan sebagai panggilan untuk naik kelas. Bahwa pesantren bisa sejajar dengan pendidikan-pendidikan lainnya,” tuturnya.
Kang Cucun mengajak kepada para santri untuk meningkatkan kapasitas melalui mengaji dan mengkaji kitab kuning, mengaji dan mengkaji ilmu pengetahuan umum.
“Kita buktikan kepada dunia, bahwa pesantren mampu setara dengan pendidikan-pendidikan di luar pesantren,” katanya.
Pada kesempatan itu, kata Kang Cucun pemerintah menyampaikan banyak pekerjaan yang hilang. Pada tahun 2030, diperkirakan 170 juta pekerjaan baru tercipta.
“Pada saat yang sama secara global 92 juta pekerjaan lama itu hilang karena digantikan mesin cerdas yang dinamakan Artificial Intelligence (AI). Kita harus mengimbangi teknologi yang super canggih itu,” kata Kang Cucun.
Menurutnya, pekerjaan baru membutuhkan ilmu baru. Ilmu yang dipelajari di sekolah makin pendek masa berlakunya.
“Ini etos kerja di pesantren untuk terus beriqro, untuk terus membaca, membaca dan membaca. Meningkatkan kapasitas secara mandiri yang sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Ia berpesan terimalah perubahan zaman ini dengan hati dan pikiran yang terbuka.
“Terapkanlah ajaran pesantren. Kita terus menambah ilmu-ilmu yang bermanfaat dari sekolah, dari para kiai dan tokoh. Jadikan perkembangan teknologi ini sahabat kita sehari-hari,” harapnya.
Menurutnya, ilmu agama adalah ilmu yang wajib, ilmu yang benar. Sebab tidak ada perbuatan dan peristiwa di dunia ini kecuali hubungan kita dengan agama.
“Tetapi kita juga tidak ketinggalan memperoleh ilmu-ilmu di luar pesantren,” katanya.
Pesantren Al Istiqomah
Kang Cucun menyatakan ia siap bersama berkhidmat ikut mendukung menumbuhkembangkan Pondok Pesantren Al Istiqomah ini menjadi andalan di Kabupaten Bandung. Menjadi pesantren andalan di Jawa Barat. Menjadi pesantren andalan di Nusantara.
“Saya yakin pondok pesantren yang dipimpin duriah-duriah muda yang punya pemikiran inovatif. Saya punya keyakinan pondok Pesantren Al Istiqomah akan mampu mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan teknologi.
Lebih lanjut Kang Cucun mengungkapkan bahwa menghadiri haul adalah cara kita menjaga ikatan batin dengan para guru yang telah berpulang.
Senang dan bersyukur sekali hari ini bisa bersilaturahim dengan keluarga besar dan para jemaah dalam agenda Haul ke-22 Almarhum Amaghtfurlah KH. Ali Imran Bin Mama KH. Muhammad Fagih Muassis Pondok Pesantren Al-Istigomah, Pacet.
“Dari keteladanan beliau, kita belajar arti keistigamahan sejati dalam berjuang demi agama dan maslahat umat,” ungkapnya.
“Mari kita bersama-sama mengirimkan do’a terbaik, semoga tempat mulia di sisi Allah SWT diberikan kepada almarhum. Aamiin yra”. (Atepku)