LT III Pramuka Penggalang Kabupaten Bandung 2026 Resmi Ditutup, Baleendah Raih Prestasi Tertinggi Putra dan Putri
L

KABUPATEN BANDUNG – Lomba Tingkat III (LT III) Regu Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Tahun 2026 resmi ditutup pada Minggu (11/10/2026).
Upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Pondok Pesantren Al-Mukhlis, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarcab Kabupaten Bandung, Doni Iskandar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Oktober 2026, diikuti oleh 62 regu yang terdiri atas 31 regu putra dan 31 regu putri, sebagai perwakilan dari 31 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Bandung.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang tertuang dalam keputusan Kwarcab Kabupaten Bandung Nomor 64 Tahun 2026 tanggal 11 Oktober 2026, Kwarran Baleendah berhasil meraih prestasi tertinggi pada kategori Penggalang Putra dan Putri.
Pada kategori Penggalang Putra, Regu Macan Tutul dari Kwarran Baleendah meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi dengan nilai 1.697,47. Posisi berikutnya ditempati Regu Maung Tarung dari Kwarran Solokanjeruk dengan nilai 1.597,57 sebagai Regu Berprestasi Baik, serta Regu Elang Gunung dari Kwarran Banjaran dengan nilai 1.560,67 sebagai Regu Berprestasi Cukup.
Sementara itu, pada kategori Penggalang Putri, Regu Anggrek Biru dari Kwarran Baleendah meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi dengan nilai 1.862,60. Regu Teratai Biru dari Kwarran Pameungpeuk memperoleh predikat Regu Berprestasi Baik dengan nilai 1.661,19, sedangkan Regu Padi dari Kwarran Banjaran meraih predikat Regu Berprestasi Cukup dengan nilai 1.629,43.
Dengan hasil tersebut, Regu Macan Tutul dan Regu Anggrek Biru dari Kwarran Baleendah terpilih untuk mewakili Kabupaten Bandung pada Lomba Tingkat IV (LT IV) di tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat.
Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa LT III bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan regu terbaik, melainkan juga bagian penting dari proses pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Menurutnya, keikutsertaan perwakilan dari seluruh Kwarran se-Kabupaten Bandung menunjukkan semangat pembinaan yang melibatkan berbagai wilayah. Melalui beragam tantangan dan keterampilan kepramukaan yang dilombakan, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, kedisiplinan, kemandirian, ketangguhan, serta tanggung jawab.
“LT III bukan hanya tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi, tetapi juga tentang bagaimana adik-adik Pramuka belajar bekerja sama, melatih kemandirian, membangun jiwa kepemimpinan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai Dasa Darma Pramuka harus menjadi pedoman, bukan hanya selama perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Tatan menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan Pramuka Penggalang yang berprestasi, berkarakter, memiliki semangat kebersamaan, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, pendamping, panitia, dan dewan juri yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan LT III Kabupaten Bandung Tahun 2026.
“Kami berharap regu yang meraih predikat Berprestasi Tinggi dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi LT IV tingkat Jawa Barat. Bagi seluruh peserta, pengalaman selama kegiatan ini hendaknya menjadi bekal untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat persaudaraan. Kemenangan merupakan kebanggaan, tetapi proses pembelajaran dan karakter yang terbentuk adalah bekal jangka panjang,” tambahnya.
Penutupan LT III Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kompetisi di tingkat cabang sekaligus momentum untuk memperkuat pembinaan Pramuka Penggalang di Kabupaten Bandung. Melalui kegiatan ini, Kwarcab Kabupaten Bandung berharap lahir generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, bertanggung jawab, berjiwa kepemimpinan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, serta bangsa. (Atepku)