MENGHINDAR DARI PENGENDARA MAUT LAWAN ARAH, PEJUANG KEMANUSIAAN DS MEDIA KRITIS DI TERUSAN ACEH
BANDUNG – Suasana hening di ruas Jalan Terusan Aceh, Kota Bandung, mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam setelah sebuah kecelakaan mengerikan menimpa sosok yang dikenal sangat peduli pada masyarakat kecil.
Di antara puing-puing sepeda motor yang hancur tak berstruktur dan tetesan darah di atas aspal, seorang pejuang sosial terkapar menahan sakit yang luar biasa demi menyelamatkan nyawa orang lain dari kelalaian pengendara tak bertanggung jawab. Apa yang sebenarnya terjadi hingga sang pengabdi masyarakat ini harus menjadi korban di jalan raya?
Peristiwa tragis tersebut bermula saat Olan Muslim Setawerdaya Penggiat Sosial, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), sekaligus crew Digital Spirit Media Online sedang melintas menggunakan sepeda motornya pada Selasa Sore (11/8/2026). Tanpa diduga, sebuah kendaraan nekat melaju bertabrakan arah dan muncul secara mendadak dari depan. Dalam hitungan detik yang menentukan antara hidup dan mati, Kang Olan secara refleks membanting setir menghindari benturan frontal fatal, hingga akhirnya menabrak mobil yang terparkir di tepi jalan.
Dampak benturan keras tersebut membuat bagian depan motor korban hancur parah, sementara Kang Olan mengalami luka serius di area wajah dan tubuhnya. Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak Kang Olan terduduk lemas di atas aspal dengan jaket loreng kebanggaannya sembari ditenangkan oleh warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan pertama. Kejadian ini memantik gelombang empati dari masyarakat Bandung yang mengenal dedikasi beliau dalam mendampingi warga kurang mampu.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami insiden tersebut untuk melacak identitas kendaraan arogan yang melawan arus. Peristiwa ini menjadi tamparan keras bahwa satu pelanggaran lalu lintas dapat mengancam keselamatan jiwa-jiwa baik yang sedang berjuang demi kemanusiaan. Segenap keluarga besar Digital Spirit Media Online dan masyarakat mendoakan agar Kang Olan segera pulih dan dapat kembali melanjutkan perjuangan sosialnya. (Atepku)