Strategi Pentahelix Ciparay Kabupaten Bandung Libatkan Warga Dalam Pengerjaan Manual Saluran Irigasi

Strategi Pentahelix Ciparay Kabupaten Bandung Libatkan Warga
CIPARAY – Strategi pentahelix normalisasi saluran Irigasi Cigugur di Jalan Raya Laswi Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung terus bergerak untuk mengoptimalkan pengerjaan dalam rangka penanganan banjir di wilayah tersebut.
Hingga hari keempat pada Kamis (17/9/2026), pengerjaan normalisasi saluran irigasi Cigugur sudah menunjukkan progres hasil yang baik. Hal itu bisa dilihat dari progres pengerjaan program pentahelix normalisasi saluran irigasi Cigugur sudah ada pendalaman saluran irigasi sedalam 1 meter dan lebar 2 meter dari proses pengerukan endapan sedimentasi di saluran tersebut.
Program pentahelix normalisasi irigasi saluran Cigugur yang dimulai sejak hari Senin (14/9/2026) itu, Tim Pentahelix mengerahkan dua unit alat berat back hoe dan lima armada dump truk yang digunakan untuk mengangkut endapan sedimentasi.
Kepala Desa Ciheulang Rubby Nur Habibi, S.H., M.I.P., mengatakan memasuki hari keempat program pentahelix normalisasi saluran irigasi Cigugur ini melibatkan unsur Pemerintah Desa Ciheulang, mulai dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, BPD, RW, RT, Karang Taruna dan warga masyarakat lainnya.
“Dalam program pentahelix ini kita melibatkan swadaya masyarakat dan pemerintah desa untuk melakukan pengerjaan manual pengerukan endapan sedimentasi yang tidak bisa dikerjakan alat berat back hoe. Terutama di bawah jembatan untuk melakukan pengerukan endapan sedimentasi,” tuturnya.
Rubby mengatakan keterlibatan unsur lembaga desa maupun warga masyarakat dalam pengerjaan manual normalisasi saluran irigasi ini, mereka memang tidak berharap untuk mendapatkan imbalan.
“Tetapi bagaimana pun kita akan perjuangkan untuk mendapatkan kadeudeuh karena ada keringat yang mereka teteskan dalam pengerjaan manual ini. Walupun mereka tidak minta imbalan dalam pengerjaan manual ini. Tapi kita bersama Tim Pentahelix maupun Pemerintah Kecamatan Ciparay kita akan mengupayakannya untuk memperhatikan para pekerja manual tersebut,” ujar Rubby.
Inisiatif Kepala Desa Ciheulang dalam upaya menggerakkan masyarakat ini untuk bersama-sama dan gotong royong mengoptimalkan pengerjaan normalisasi saluran irigasi Cigugur ini. Karena Pemerintah Desa Ciheulang juga sangat apresiasi dengan adanya program pentahelix ini, di tengah anggaran desa yang semakin berkurang karena dampak dari TKD atau transfer ke daerah.
“Jadi pemerintah desa sangat terbantu dengan adanya program pentahelix ini,” katanya.
Ia mengatakan program pentahelix ini tidak bisa dikerjakan sehari hingga dua hari, bahkan progres pengerjaannya bisa memakan waktu selama 10 sampai 20 hari.
“Pengerjaan secara manual ini merupakan improvisasi kita bersama warga masyarakat di Desa Ciheulang. Program pentahelix ini walaupun tidak ada anggaran, tetapi bagaimana pun prigram pentahelix ini bisa tetap berjalan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pentahelix Kecamatan Ciparay Kapiraray H. Deden Suwandi mengatakan program pentahelix ini perlu kebersamaan dan mendapatkan perhatian publik. Di antaranya kepedulian masyarakat untuk sama-sama memelihara dan menjaga lingkungan.
“Warga tidak membuang sampah sembarangan ke saluran irigasi Cigugur. Artinya, warga untuk sama-sama memelihara dan menjaga kelestarian saluran irigasi Cigugur setelah dilakukan normalisasi melalui program pentahelix,” ujarnya. (Atepku)