Rentetan Gempa Dangkal di Pangalengan, Camat Vena Andriawan Imbau Warga Tidak Panik dan Tetap Waspada
Camat Vena Andriawan Imbau Warga Tidak Panik dan Tetap Waspada
PANGALENGAN – Camat Pangalengan Vena Andriawan menyampaikan informasi terkini tentang potensi gempa bumi di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dan sekitarnya, seperti yang diunggah di akun media sosial instagram miliknya. Disebutkan, Pangalengan dan Kertasari diguncang 47 kali gempa dangkal, warga diimbau tidak panik dan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada.
“Warga Pangalengan dan sekitarnya diimbau tetap tenang menyusul catatan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) yang mendata adanya rentetan gempa dangkal dalam beberapa waktu terakhir,” kata Camat Vena dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026) malam.
Dijelaskan, penyebab gempa bumi ini, aktivitas sesar aktif di darat dengan kedalaman dangkal.
“Dampaknya, terjadi getaran dirasakan warga seperti ada truk berlalu (Skala Ill MMI). Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan,” katanya.
Camat Vena pun gerak cepat melakukan pengecekan lapangan dan memberikan edukasi mitigasi kebencanaan.
“Hari ini, tim gabungan bersama BMKG, BPBD Kabupaten Bandung, pihak Kecamatan Pangalengan, dan Star Energy telah melaksanakan pengecekan langsung ke sejumlah titik yang berpotensi terdampak,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, katanya, dipastikan bahwa rentetan gempa ini bukan diakibatkan oleh aktivitas panas bumi (geothermal).
Ditegaskan Camat Pangalengan, koordinasi kesiapsiagaan terus diperkuat untuk menyamakan informasi, memantau kondisi di lapangan, serta memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan perkembangan situasi.
“Sinergi ini dilakukan untuk memperkuat upaya mitigasi di wilayah kita,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan, Camat Vena menyampaikan imbauan untuk warga:
Kepada seluruh masyarakat Pangalengan dan sekitarnya, dimohon untuk tidak panik namun tetap waspada.
Jangan mudah percaya pada informasi atau berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Selalu ikuti perkembangan dan arahan resmi hanya dari BMKG dan BPBD.
Apabila terjadi gempa, tetap utamakan keselamatan, berlindung di tempat yang aman, dan jauhi bangunan atau benda yang berpotensi membahayakan.
“Tetap waspada dan saling jaga, wargi Pangalengan!” pungkasnya. (Atepku)