Lama Menghilang, Begini Nasib Matt Honger: Musisi Jalanan Sahabat Harry Roesli yang Lagunya Dicuri

CIWIDEY – Lagu-lagu milik musisi jalanan senior asal Bandung, Mamat Ruhimat atau yang akrab disapa Matt Honger, kembali viral di media sosial setelah banyak dibawakan ulang oleh generasi muda. Sayangnya, berbagai versi cover lagu populer seperti Hiji Sareng Hiji dan Cio Cio Wer di kanal YouTube tersebut kerap dijiplak dan dimanfaatkan demi konten tanpa izin resmi darinya.
Meskipun demikian, pria berusia 60 tahun tersebut mengaku ikhlas dan tetap bangga atas apresiasi publik terhadap karya-karyanya.
“Lagu-lagu saya banyak dijiplak orang lain atau Youtuber yang tidak minta izin. Dimanfaatkan untuk mencari viewers, jadi orang lain yang dapat hasilnya. Tapi saya bangga dan ikhlas untuk jalan ke surga karena saya ini seniman sosial. Orang lain yang ‘sok’, saya yang ‘sial’,” ujar Matt Honger seraya terbahak melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/8/2026).
Mantan personil Kelompok Orang Stress (KOS) bentukan almarhum Harry Roesli ini memiliki rekam jejak panjang di dunia musik tanah air. Alumnus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tersebut sempat 30 tahun menjadi pengamen dari bus ke bus di Terminal Leuwipanjang hingga menjelajah Bekasi dan Jakarta, sebelum akhirnya rutin diundang tampil di berbagai kampus, acara besar, hingga ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Kepekaan sosial dan lirik kritis yang diusungnya tidak lepas dari interaksi erat dengan para mahasiswa serta pengalamannya di Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB). Pada era Reformasi 1997–1998, ia bersama Harry Roesli aktif menyuarakan protes sosial-politik melalui musik.
Kini, pria yang bermukim di Ciwidey, Kabupaten Bandung, tersebut fokus meneruskan estafet bermusik kepada keturunannya melalui grup M.H. Generation. Usahanya membuahkan hasil; grup Surawung Ska yang diisi oleh putra-putrinya telah menembus festival internasional di Singapura pada 2016. Selain itu, putrinya, Naumi Kirana, juga telah merintis karier solo dengan meluncurkan dua single berjudul Ampuni Aku dan Prahara (Pandemi Covid-19). (Atepku)