Pemkab Bandung Wujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Inklusif
KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif, kreatif, dan inklusif. Acara yang melibatkan sekitar 5.000 anak tersebut dipusatkan di Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026).
Selain peringatan HAN, rangkaian acara ini turut dipadukan dengan sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Peringatan HAN tahun ini diisi berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri. Rangkaian acara diawali dengan Kids Fun Run yang diikuti sekitar 500 anak dari jenjang PAUD hingga usia delapan tahun. Selain itu, digelar pula khitanan massal bagi 140 anak hasil kolaborasi Pemkab Bandung bersama Baznas Kabupaten Bandung dan Biosol.
Tak hanya itu, kemeriahan HAN ke-42 makin terasa dengan adanya lomba melukis, kolase, pildacil, storytelling, fashion show berbahan kain perca, permainan tradisional (kaulinan barudak), filateli, pertunjukan kesenian anak disabilitas, penyerahan Al-Qur’an Braille, hingga Gebyar Senam Anak Ceria. Secara keseluruhan, sekitar 5.000 anak se-Kabupaten Bandung terlibat aktif dalam berbagai lomba dan kegiatan, baik secara tatap muka maupun hybrid.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
“Antusiasme peserta sangat tinggi sejak kegiatan dimulai. Kami ingin Hari Anak Nasional menjadi momentum agar anak-anak merasa bahagia, memperoleh ruang untuk berkreasi, sekaligus mendapatkan perhatian penuh terhadap hak-haknya,” ujar Emma.
Ia berharap kegiatan ini dapat makin memperkuat komitmen Kabupaten Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak serta mendukung peningkatan capaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Pada kesempatan tersebut, Emma juga berpesan kepada anak-anak untuk terus menanamkan karakter positif sejak dini.
“Jadilah anak yang ceria, menghormati orang tua dan guru, serta terus belajar menjadi generasi yang berakhlak mulia dan siap menyongsong masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna—yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS)—mengapresiasi kolaborasi TP PKK Kabupaten Bandung bersama Baznas, Biosol, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung. Menurutnya, sinergi lintas sektor ini berhasil menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi kekhidmatan makna utama HAN.
“Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi. Orang tua, guru, dan lingkungan memiliki tanggung jawab bersama dalam mendidik, mendengarkan aspirasi anak, serta menciptakan ruang yang aman dari perundungan (bullying),” tegas KDS.
Ia menambahkan, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi vital dalam menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, dukungan terhadap tumbuh kembang anak melalui lingkungan yang sehat, aman, dan pemenuhan gizi seimbang harus terus diperkuat agar lahir generasi unggul dan berdaya saing.
Peringatan Hari Anak Nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan serta menjamin pemenuhan hak-hak anak Indonesia.
(Leni Herliani)