Pemkab Bandung dan JP-MIRAI Kolaborasi Siapkan PMI Berdaya Saing
KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat ekosistem pekerja migran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Japan Platform for Migrant Workers towards Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI).
Kerja sama tersebut tidak hanya membuka peluang kerja di Jepang, tetapi juga menjamin pelatihan, perlindungan, hingga pendampingan purna-penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Komitmen itu ditegaskan saat Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menerima audiensi delegasi JP-MIRAI di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026).
Wabup Ali Syakieb menegaskan, peningkatan kualitas PMI tidak cukup hanya berfokus pada penempatan kerja. Hal itu harus diimbangi dengan penguatan kompetensi, perlindungan hak, dan jaminan kesejahteraan.
“Kami berharap kolaborasi ini menghadirkan PMI yang profesional, berdaya saing global, dan terlindungi hak-haknya. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga sekaligus pembangunan daerah,” ujar Ali.
Ali menambahkan, dengan populasi hampir 3,9 juta jiwa, Pemkab Bandung menaruh perhatian besar pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Informasi, pelatihan, dan pendampingan terus diperkuat agar masyarakat berangkat secara resmi, aman, dan bermartabat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung telah menggelar pelatihan bahasa dan budaya Jepang secara gratis sejak 2021. Dari sekitar 600–700 alumni pelatihan, sebanyak 80 persen di antaranya telah berhasil bekerja di Jepang.
Dadang menjelaskan, kemitraan dengan JP-MIRAI bakal memperkuat program tersebut melalui skema Pelatihan dan Penempatan Kerja Luar Negeri Bebas dari Segala Sumbangan (PPKM Bebas).
“Fokus kami adalah masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok desil satu hingga empat. Kami ingin mereka memperoleh pekerjaan layak di luar negeri tanpa terkendala biaya,” tegas Dadang.
Selain penempatan, audiensi tersebut juga membahas keberlanjutan program bagi PMI purna-kontrak. Pemkab Bandung menyiapkan pembinaan wirausaha agar pengalaman dan modal yang diperoleh di Jepang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif atau membuka lapangan kerja baru di kampung halaman.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan sistem pembinaan PMI yang utuh—mulai dari pembekalan sebelum berangkat, perlindungan selama bertugas, hingga pemberdayaan saat kembali ke tanah air.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)