Sekali Dilantik, Selamanya Mengabdi!” Pesan Menohok Ratu Kecantikan Muslimah Jabar untuk Generasi Muda
BANDUNG — Wow, bikin mata susah berkedip Cantiknya Winner Beauty Muslimah Jawa Barat 2026, Deimas Masitoh Somantri, S.Pd., menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Duta Lingkungan Jawa Barat 2026 di Selah Hall, Piset Square, Bandung, Sabtu (1/8/2026). Hadir sebagai tamu kehormatan, Deimas tampak memukau didampingi sesama finalis, Nur Annisa Aulia.
Penampilannya makin memesona dalam balutan gaun merah muda (pink) anggun, hasil kolaborasi dua tata rias (makeup artist) asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yakni Makeup_bylovely dan Udinmessa.
Ajang tahunan ini diikuti 60 finalis putra dan putri yang berhasil menembus jajaran Top 30 dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Acara tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan komitmen serta kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi Pasundan.
Tak hanya hadir, Deimas juga bergabung dengan para pemegang gelar ajang kecantikan lainnya, seperti Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Miss Hijab Jawa Barat, dan Duta Muda Jawa Barat. Di atas panggung, ia berkesempatan membagikan perjalanan kariernya hingga menyabet gelar juara, termasuk advokasi yang diusungnya selama masa karantina hingga paska-penobatan.
Dalam sesi penyampaian pesan inspiratif, Deimas membakar semangat para finalis yang bertanding.
“Bagi saya, kebaikan dan kecantikan sejati adalah ketika kita mampu memberi manfaat bagi sesama dan menjaga alam tempat kita tinggal. Menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari rasa syukur kepada Sang Pencipta,” ujar Deimas.
Ia menambahkan, siapa pun yang terpilih malam itu, seluruh finalis pada hakikatnya adalah pemenang dan agen perubahan. “Teruslah menginspirasi dan jangan pernah lelah mencintai lingkungan. Sekali kalian dilantik, selamanya kalian mengabdi!” tegasnya.
Kehadiran Deimas menjadi simbol dukungan nyata terhadap sinergi lintas pageant dalam menyuarakan kepedulian sosial dan lingkungan. Semangat ini sejalan dengan visi Beauty Muslimah Jawa Indonesia untuk mencetak perempuan inspiratif yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam. (Atepku)