Irvan Ahmad: Masyarakat Kabupaten Bandung harus Miliki Karakter, Sifat Basis Budaya Warisan Leluhur

Kadisbud Kab. Bandung Irvan Ahmad
SOREANG – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, S.E., M.M., berharap para ASN maupun masyarakat Kabupaten Bandung harus memiliki karakter, sifat maupun basis budaya warisan leluhur atau lebih dikenal dengan sebutan panca waluya.
“Panca waluya ini (orang yang sudah masagi ilmunya) tidak terkontaminasi isu-isu sara dan isu radikalisme, dan hal ini benar-benar harus ditanamkan. Terutama pada generasi muda. Itu saya sering kampanyekan dan kembangkan di program kebudayaan,” ujar Irvan Ahmad saat ditemui di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (3/9/2026).
Irvan Ahmad mengatakan, kegiatan rutin Sapa Pesona Bedas yang digelar Dinas Kebudayaan di berbagai daerah di Kabupaten Bandung, bukan hanya mempertontonkan atau menunjukkan saja, tetapi bagaimana belajar dari aspek budaya tersebut.
“Suatu filosofi yang bisa membangun dan mempedomani masyarakat Kabupaten Bandung haqqul karimah,” katanya.
Irvan Ahmad pun sudah berdiskusi dengan sejumlah pejabat di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kebudayaan RI, maupun para pegiat budaya, praktisi, Dinas Kebudayaan berusaha untuk menggugah bukan hanya mempertontonkan pagelaran atau memperkenalkan seni budaya warisan para leluhur.
“Itu entitas kami. Kita kemas dalam berbagai inovasi. Tapi tujuan yang paling mulia dan tujuan sakralnya adalah bagaimana kita memberikan pemahaman, memberikan suatu filosofi bagi generasi muda kita saat ini. Yang kita lihat nampaknya, suatu filosofi suatu modal yang menjembatani dan melindungi kita dalam bergerak atau melangkah sebagai seorang manusia beradab,” katanya.
Ia mengatakan sebagai seorang manusia beradab itu, sudah hampir luntur di perspektif anak-anak muda di zaman sekarang.
“Zaman sekarang, anak ke orang tua sendiri seperti kawan debat. Diberi nasihat itu melawan, dan ini tidak boleh. Disaat orang tua memberi nasihat kepada anak, untuk didengar dan dilaksanakan,” ungkapnya.
Pesan Irvan Ahmad itu disampaikan melalui berbagai atraksi kebudayaan maupun pada momen pagelaran kebudayaan.
“Pesan-pesan itu selalu kami sampaikan, terutama untuk generasi kita, generasi milenial kita, generasi gen-Z kita,” ujarnya.
Dinas Kebudayaan pun telah mengilustrasikan isu strategis dan persoalan-persoalan yang ada, bahwa generasi muda atau generasi gen-Z Kabupaten Bandung ini hampir sudah luntur pemahaman terhadap kebudayaan.
“Perspektif terhadap kebudayaan itu sudah hampir punah, sudah hampir pudar. Ini yang harus kita bangkitkan kembali,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk membangkitkan perspektif kebudayaan itu, di antaranya melalui program atau aksi konkret.
“Insya Allah akan kita kembangkan berbagai program sosialisasi atau program edukasi bagi masyarakat. Tentunya dengan melibatkan OPD lain, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, yang terkait langsung dengan urusan kebudayaan,” tuturnya.
Irvan Ahmad juga melihat suatu entitas di dalam Raperda yang sedang di review oleh Provinsi Jawa Barat. “Di sana ada pesan-pesan moral seperti itu. Bahwa pemajuan kebudayaan adalah membangkitkan kembali filosofi masyarakat adat Tatar Sunda di Tanah Pasundan agar berakhlakul karimah. Memiliki filosofi budaya berakhlak dan berkarakter yang tinggi,” ujarnya.(Atepku)