Rencana Aksi Pentahelix Ciparay Fokus Pengerjaan Normalisasi Irigasi Cigugur

Rencana Aksi Tim Pentahelix Ciparay: Fokus Utama Akselerasi Saluran Irigasi Cigugur
CIPARAY – Forkopimcam Ciparay bersama Tim Panitia Pentahelix Kecamatan Ciparay berusaha untuk mengoptimalkan rencana aksi pengerjaan normalisasi saluran irigasi Cigugur di Jalan Raya Laswi Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.
Camat Ciparay Anjar Lugiyana beserta Ketua Pentahelix Kecamatan Ciparay H. Deden Suwandi mengungkapkan bahwa rencana aksi normalisasi Sungai Cigugur pada hari Sabtu (12/9/2026) atau dalam waktu dekat ini.
“Normalisasi saluran irigasi Cigugur ini, satu dari lima rencana aksi yang akan menjadi target dan sasaran program kerja Tim Pentahelix Kecamatan Ciparay,” kata Camat Anjar diiyakan Deden Suwandi di Rumah Dinas Camat Ciparay, Rabu (9/9/2026) malam.
Camat Ciparay mengatakan pengerjaan normalisasi Sungai Cigugur ini untuk membangun kebersamaan dan gotong royong di antara masyarakat maupun berbagai unsur yang ada di Kecamatan Ciparay.
“Fokus pertama Tim Pentahelix akan melakukan akselerasi saluran irigasi Cigugur Desa Ciheulang di depan RSMBS (Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan) Jalan Raya Laswi. Lokasi itu menjadi prioritas utama dalam pengerjaan pentahelix karena sering banjir ketika musim penghujan,” tuturnya.
Sebelum program pentahelix ini dikerjakan, kata Camat Anjar, pihaknya menampung aspirasi masyarakat terkait kondisi di lapangan.
“Termasuk kita melakukan kajian di titik lokasi yang akan dilaksanakan pengerjaan pentahelix di saluran irigasi Cigugur. Banjir luapan saluran irigasi Cigugur di Jalan Raya Laswi itu sering viral disaat terjadi banjir. Jalur itu merupakan jalan provinsi yang sangat vital, yang merupakan akses masyarakat dari Majalaya, Ibun, Paseh dan daerah lainnya yang menuju Bandung. Sebaliknya, dari Bandung menuju Garut, Kertasari, Pacet dan daerah lainnya juga melewati jalur strategis tersebut,” jelasnya.
Selain saluran irigasi Cigugur, lanjut Camat Anjar, Tim Pentahelix ini fokus pada bagaimana melakukan penataan sauran drainase di jalan raya di Desa Pakutandang yang kerap terjadi banjir cileuncang disaat turun hujan deras.
“Program pentahelix ini kita melibatkan akademisi, untuk melakukan kajian teknis yang menjadi sasaran pengerjaan. Termasuk nantinya dalam pengerjaan ini ada yang bisa dikerjakan oleh alat berat back hoe, juga dikerjakan secara manual dengan melibatkan warga sekitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Ciparay H. Deden Suwandi mengatakan, program pentahelix ini adalah salah satu wujud konkret kepedulian masyarakat terhadap penataan lingkungan.
“Harapannya, yang sebelumnya banjir menjadi tidak banjir. Program pentahelix ini untuk menumbuhkan rasa kepedulian,” katanya.
Deden Suwandi mengatakan, program pentahelix ini akan dikemas jangka panjang. Bidang garapannya tak hanya normalisasi sungai maupun penataan drainase.
“Tetapi kita akan fokus bagaimana menyoroti soal penanganan rutilahu, penanganan stunting, sampah, pemberdayaan masyarakat, dan hal lainnya yang ada di wilayah. Tidak menutup kemungkinan dalam penanganan sampah, kita bagaimana menyiapkan insinerator atau mesin pembakaran sampah,” ungkapnya. (Atepku)