Skip to content
Tatar Sunda News Tatar Sunda News Tatar Sunda News
Tatar Sunda News Tatar Sunda News Tatar Sunda News
  • Home
  • Redaksi
  • Nasional
  • Bandung Raya
  • Religi
  • Peristiwa
  • Lingkungan
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Home
  • Redaksi
  • Nasional
  • Bandung Raya
  • Religi
  • Peristiwa
  • Lingkungan
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Hukum
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Tatar Sunda News Tatar Sunda News Tatar Sunda News
Tatar Sunda News Tatar Sunda News Tatar Sunda News
  • Home
  • Redaksi
  • Nasional
  • Bandung Raya
  • Religi
  • Peristiwa
  • Lingkungan
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Home
  • Redaksi
  • Nasional
  • Bandung Raya
  • Religi
  • Peristiwa
  • Lingkungan
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Hukum
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Bandung Raya/24.200 Hektare Sawah Dibidik Jadi LP2B, Pemkab Bandung Siapkan Insentif Pajak
Bandung Raya

24.200 Hektare Sawah Dibidik Jadi LP2B, Pemkab Bandung Siapkan Insentif Pajak

By Sintia Fitria
September 1, 2026 2 Min Read
0
24.200 Hektare Sawah Dibidik Jadi LP2B

SOREANG — Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyiapkan skema insentif bagi pemilik lahan yang mempertahankan sawahnya sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Salah satu bentuk insentif tersebut adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B.

​Kebijakan ini disiapkan seiring proses penetapan LP2B Kabupaten Bandung yang mencakup sekitar 24.200 hektare, atau 87 persen dari total 27.800 hektare Lahan Baku Sawah (LBS). Dadang Supriatna menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Senin (31/8/2026).

​Menurut KDS, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyerahkan usulan LP2B tersebut kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Juli 2026. Sepanjang Agustus, data tersebut melalui proses rekonsiliasi dan cleansing sebelum resmi ditetapkan.

​”LBS kita 27.800 hektare. Untuk menjadi LP2B sekitar 87 persen, artinya sekitar 24.200 hektare. Satu bulan lalu sudah kita serahkan kepada Kementerian ATR/BPN. Sekarang sedang diproses, ada rekonsiliasi dan cleansing. Insyaallah dalam waktu dua hari ke depan akan ada perkembangan,” ujar KDS.

​Target 87 persen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai perlindungan lahan sawah. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sebelumnya menjelaskan bahwa minimal 87 persen dari total LBS harus dilindungi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

​KDS menegaskan bahwa perlindungan sawah tidak cukup hanya dengan menetapkan status LP2B. Pemerintah juga harus memberikan insentif kepada pemilik lahan agar mereka memiliki alasan kuat untuk mempertahankan sawah dan tidak mengalihfungsinya untuk perumahan maupun industri.

​Setelah penetapan LP2B berjalan, KDS meminta pemerintah desa menyusun peraturan desa (perdes) sebagai dasar penguatan perlindungan lahan di tingkat lokal. Pemkab Bandung juga menyiapkan dukungan regulasi melalui peraturan bupati maupun regulasi provinsi sesuai kewenangan.

​”Nanti khusus untuk LP2B ini kita bebaskan pajak, tidak usah bayar pajak setiap tahunnya. Ini salah satu komitmen. Kita pahami masyarakat atau pemilik lahan yang mempertahankan sawah menjadi LP2B perlu ada semacam reward. Pemerintah harus hadir,” tegasnya.

​Menurut KDS, insentif tersebut penting agar kebijakan perlindungan lahan tidak sekadar menjadi larangan alih fungsi, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pemilik lahan.

​Selain insentif pajak, KDS mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi. Ia menyebut Kabupaten Bandung memiliki sekitar 547 Daerah Irigasi (DI) dan telah mengusulkan penanganan sekitar 19 DI kepada pemerintah pusat dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp947 miliar.

​Untuk tahun 2026, KDS memperoleh informasi adanya alokasi anggaran sekitar Rp334 miliar. Pihaknya masih akan mengejar kepastian waktu pelaksanaan program tersebut bersama Kementerian Pertanian dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.​”Kalau LBS ini sudah ditetapkan LP2B 87 persen, pemerintah harus hadir dan menjamin. Saluran primer, sekunder, tersier, termasuk jalan usaha tani harus terpenuhi,” kata KDS.

​KDS menilai perlindungan lahan pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas. Tanpa dukungan irigasi dan akses produksi yang memadai, status LP2B dikhawatirkan hanya menjadi perlindungan administratif belaka tanpa mendongkrak kesejahteraan petani. (Atepku)

Tags:

Bupati Bandung Dadang SupriatnaLp2bPeduli petani
Author

Sintia Fitria

Follow Me
Other Articles
Previous

Dorong Digitalisasi, Komisi II DPR RI Minta Data Kependudukan Diintegrasikan

Next

Tangis di Balik Abu: 140 Rumah Hangus, Saat Petugas Berjibaku Selamatkan Sisa Harapan Warga Kabupaten Bandung

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Krisis Iklim dan Ketahanan Pangan
  • Viral, Jadi Sorotan Bupati Dadang Supriatna Masuk Got Irigasi Demi Atasi Banjir
  • Scale Up Wirausaha Muda: Dispora Hadirkan Pembelajaran Inspiratif dan Aplikatif melalui Batch Affiliator dan Membatik
  • Pemkab Bandung Siapkan Kontrakan dan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Pacet
  • BUPATI Bandung di Dampingi Camat Mamet Slamet Ajak Warga yang Rumahnya Dekat Bantaran Sungai Tingkatkan Kesiapsiagaan 

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Oktober 2025
  • September 2025

Categories

  • Bandung Raya
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Religi
  • Sosial
  • Warta Desa
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Krisis Iklim dan Ketahanan Pangan
    oleh Sintia Fitria
    September 11, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
    Oktober 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Wujudkan Desa Tangguh Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Prioritaskan Kelompok Rentan
    SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah… Read more: Wujudkan Desa Tangguh Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Prioritaskan Kelompok Rentan
  • Warga Nenggeng Gotong Royong Padamkan Kebakaran, Camat Nagreg Beri Apresiasi
    ​NAGREG — Camat Nagreg, H. Perdana Firmansyah, S.STP., M.Si., menyampaikan… Read more: Warga Nenggeng Gotong Royong Padamkan Kebakaran, Camat Nagreg Beri Apresiasi
  • Wamen Viva Yoga: Membangun Kawasan Transmigrasi Berbasis Ilmu dan Teknologi
    JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengakui program… Read more: Wamen Viva Yoga: Membangun Kawasan Transmigrasi Berbasis Ilmu dan Teknologi

Pages

Contact

Phone

+342348343

+348796543

Email

hi@blogsy.com

support@blogsy.com

Location

New York, USA

Copyright 2026 — Tatar Sunda News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme