Tangis di Balik Abu: 140 Rumah Hangus, Saat Petugas Berjibaku Selamatkan Sisa Harapan Warga Kabupaten Bandung

SOREANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung mencatat peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bandung pada periode 1 Januari 2026 – 31 Agustus 2026. Mulai dari peristiwa kebakaran rumah, hutan dan lahan, serta kebakaran lainnya.
Kebakaran rumah tinggal 140 rumah, kebakaran hutan dan lahan 177 titik lokasi, dan kebakaran lainnya 138 kejadian, sehingga totalnya mencapai 340 peristiwa kebakaran.
Disdamkar Kabupaten Bandung juga turut mencatat taksiran luasan area kebakaran semak belukar periode tahun 2026 sekitar 200.266 meter persegi.
Disdamkar Kabupaten Bandung juga mencatat riwayat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun;
A. Peristiwa kebakaran Gunung Puntang Kecamatan Cimaung Tahun 2019 dengan proses pemadaman selama 1 minggu.
B. Peristiwa kebakaran Gunung Patuha Kecamatan Pasirjambu yang terjadi pada tahun 2020 dengan proses pemadaman selama 1 minggu menggunakan heli water boom (Karhutla Skala Besar).
C. Peristiwa kebakaran Gunung Singa Kecamatan Soreang rutin terjadi setiap tahun.
D. Kebakaran Gunung Sadu Kecamatan Soreang Tahun 2022.
E. Kebakaran Gunung Paseban Kecamatan Kutawaringin setiap tahun.
F. Kebakaran Gunung Anjing rutin terjadi setiap tahun.
G. Gunung Batu Kecamatan Baleendah rutin setiap tahun.
Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung H. Iman Irianto S.Sos., M.A.P., beserta jajarannya berupaya untuk melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran. Selain itu, petugas Disdamkar siaga 24 jam melalui pelaksanaan tugas piket.
Di musim kemarau, Disdamkar menginventarisasi dan memanfaatkan berbagai sumber air alternatif. Disaat terjadi kebakaran, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian kondisi lapangan, termasuk arah angin, jenis vegetasi, dan akses menuju lokasi.
Disdamkar terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur relawan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran. Simak petikan wawancara dengan Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung H. Iman Irianto, S.Sos., M.A.P., saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Mako Disdamkar Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (2/9/2026).
1. Bagaimana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung memetakan wilayah atau kecamatan yang masuk dalam zona merah paling rawan terjadi peristiwa kebakaran selama musim kemarau saat ini?
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran berdasarkan data historis kejadian kebakaran di 31 kecamatan 280 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung, tingkat kepadatan penduduk, jenis bangunan, kondisi lahan, serta faktor aksesibilitas wilayah. Selain itu, kami juga memperhatikan kondisi cuaca dan musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Wilayah yang menjadi prioritas pengawasan umumnya adalah kawasan permukiman padat, pusat aktivitas masyarakat, kawasan industri, serta lahan kering atau semak belukar yang mudah terbakar. Pemetaan ini terus diperbarui sebagai dasar penentuan strategi kesiapsiagaan dan penempatan sumber daya. (Wilayah Kecamatan Baleendah, Margaasih, Cileunyi, Soreang, Katapang )
2. Strategi taktis dan kesiapan operasional apa saja baik dari segi personel maupun armada yang telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus kebakaran, terutama di area pemukiman padat dan lahan kering?
Menghadapi musim kemarau, seluruh personel Damkar Kabupaten Bandung disiagakan selama 24 jam melalui sistem piket di setiap pos pelayanan (Pos WMK di Kabupaten Bandung). Kami juga melakukan pengecekan rutin terhadap kesiapan armada dan peralatan pemadam agar selalu dalam kondisi optimal. Armada yang disiapkan meliputi mobil pemadam kebakaran, mobil suplai air, kendaraan rescue, pompa portable, serta perlengkapan pendukung lainnya. Penempatan armada diprioritaskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga waktu respons dapat dilakukan secepat mungkin.
3. Mengingat ketersediaan air sering menjadi kendala utama saat kemarau, bagaimana strategi Damkar Kabupaten Bandung dalam menyiasati pasokan air dan di mana saja titik-titik hidran atau sumber air alternatif yang telah disiapkan?
Dalam menghadapi keterbatasan pasokan air saat musim kemarau, Damkar Kabupaten Bandung telah menginventarisasi dan memanfaatkan berbagai sumber air alternatif seperti hidran, reservoir, sungai, embung, kolam retensi, serta tandon air yang berada di fasilitas umum maupun kawasan industri.
Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan PDAM, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan saat terjadi keadaan darurat. Data titik hidran dan sumber air tersebut selalu diperbarui sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasional.
4. Selain kebakaran bangunan, musim kemarau sangat rawan memicu kebakaran lahan atau ilalang yang cepat meluas. Bagaimana pola penanganan khusus yang diterapkan Damkar untuk memutus rantai penyebaran api di area lahan terbuka tersebut?
Penanganan kebakaran lahan dilakukan dengan mengutamakan pemadaman sejak dini agar api tidak meluas. Petugas terlebih dahulu melakukan penilaian kondisi lapangan, termasuk arah angin, jenis vegetasi, dan akses menuju lokasi.
Selanjutnya dilakukan pemadaman dari sisi yang paling aman, pembuatan sekat bakar apabila diperlukan, penggunaan pompa portable pada lokasi yang sulit dijangkau armada, serta proses pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
5. Bagaimana bentuk sinergi dan koordinasi yang dibangun oleh Damkar dengan pihak lain, seperti BPBD, relawan, maupun masyarakat melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat desa?
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur relawan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.
Selain itu, kami juga mendorong pembentukan dan pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat desa sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan deteksi dini, membantu pelaporan kejadian, serta mendukung penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.
6. Program edukasi dan sosialisasi konkret apa yang sedang digencarkan oleh Damkar saat ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap pemicu kebakaran kemarau, seperti pembakaran sampah sembarangan atau korsleting listrik?
Damkar Kabupaten Bandung secara rutin melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas mengenai upaya pencegahan kebakaran.
Materi yang disampaikan antara lain bahaya membakar sampah sembarangan, penggunaan instalasi listrik yang aman, penggunaan kompor dan tabung gas sesuai prosedur, cara menggunakan APAR, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi kebakaran. Edukasi juga dilakukan melalui media sosial dan berbagai kegiatan penyuluhan di masyarakat.
7. Apa imbauan utama dan bagaimana SOP pelaporan tercepat yang harus dipahami oleh warga Kabupaten Bandung jika melihat atau menghadapi Indikasi awal musibah kebakaran di lingkungan mereka?
Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan selama musim kemarau, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta segera melaporkan apabila melihat asap atau api sekecil apa pun.
Saat melaporkan kejadian, masyarakat diharapkan menyampaikan alamat atau titik lokasi secara jelas, jenis kebakaran yang terjadi, kondisi di lokasi, apakah terdapat korban yang membutuhkan pertolongan, serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Sambil menunggu petugas datang, masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan diri, melakukan evakuasi apabila diperlukan, dan membantu membuka akses jalan agar armada pemadam dapat mencapai lokasi dengan cepat.
Iman Irianto, dalam rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2026 turut menyampaikan kondisi existing Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung.
A. Kondisi Exisiting Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung:
1. Jumlah Personil :
PNS 59 orang,
PPPK Penuh Waktu 24 Orang,
PPPK Paruh Waktu : 62 Orang,
Totalnya sebanyak 145 Orang.
2.Jumlah Pos Damkar :
1 Mako Soreang (Lokasi Soreang),
8 Pos Wilayah (Ciwidey, TKI, Pangalengan, Cileunyi, Cicalengka, Majalaya, Ciparay dan Baleendah),
3. Jumlah Unit Kendaraan
a. Mobil Pancar 11 Unit
b. Mobil Rescue 3 Unit
c. Mobil Pompa 3 Unit
d. Mobil Water Supply 2 Unit
e. Motor Roda tiga 2 Unit
f. Motor Roda dua 2 Unit. (Atepku)